Langsung ke konten utama
Kembali ke semua Insight
Keuangan & Akuntansi

Tips Kelola Keuangan untuk Seseorang yang Baru Memiliki Usaha

Ramir Consulting16 April 20266 Menit Baca

Memulai usaha baru selalu diiringi antusiasme tinggi. Dalam praktik pendampingan bisnis, tekanan kas sering muncul ketika uang pribadi, modal, biaya, dan hasil penjualan belum dipisahkan dengan disiplin.

Pondasi 1: Pisahkan Rekening Bisnis dan Rekening Pribadi Sejak Hari Pertama. Jangan pernah mencampur uang belanja dapur dengan uang modal putaran usaha. Berikan gaji tetap untuk diri Anda sendiri sebagai pemilik.

Pondasi 2: Hitung HPP (Harga Pokok Penjualan) Secara Realistis. Banyak pemula hanya menghitung bahan baku utama, tapi lupa memasukkan biaya kemasan, penyusutan alat, gas, listrik, hingga biaya pengiriman.

Pondasi 3: Jaga Cadangan Kas Operasional Minimal 3-6 Bulan. Jangan buru-buru membagi dividen saat bisnis terlihat untung besar di bulan pertama. Selalu sisihkan laba ditahan untuk bantalan risiko tak terduga.

Pondasi 4: Disiplin Rekonsiliasi Bank Tiap Minggu. Luangkan waktu 30 menit setiap akhir pekan untuk mencocokkan mutasi rekening bank dengan pencatatan pembukuan internal agar tidak ada pos bocor yang lolos.

Pondasi 5: Bedakan Antara Omset dan Profit Bersih. Omset Rp 100 Juta dengan margin 5% jauh lebih rentan dibanding omset Rp 50 Juta dengan margin bersih 25%. Fokuslah pada laba bersih nyata, bukan angka penjualan vanity.

Ingin menerapkan strategi ini di bisnis kamu?

Ceritakan kondisi finansial dan operasional bisnis kamu bersama tim Ramir Consulting.

Konsultasi gratis via WhatsApp